CAMPURSARI – Kegiatan arisan RT di Dukuh Kelang, Desa Campursari pada Selasa malam (3/2/2026) menjadi lebih bermakna dengan adanya sosialisasi bertema Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Penanganan Pertama pada Cedera. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dilaksanakan di rumah salah satu warga, Bapak Mujiyanto, dan menghadirkan narasumber Gangsar MCO (Masase Cedera Olahraga) Magetan untuk menyampaikan materi sekaligus praktik masase kepada warga.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja KKN Universitas Sebelas Maret Kelompok 89 yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai langkah penanganan pertama saat terjadi cedera. Mengingat sebagian besar pekerjaan warga dukuh Kelang adalah Petani, pemahaman mengenai pertolongan pertama menjadi hal yang penting untuk mencegah kondisi cedera semakin parah.
Dalam pemaparannya, Gangsar MCO Magetan sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa cedera merupakan gangguan pada tubuh akibat aktivitas, benturan, atau gerakan yang salah yang menimbulkan nyeri, bengkak, maupun keterbatasan gerak . Ia membagi cedera menjadi tiga kategori, yaitu cedera ringan, cedera sedang, dan cedera berat. Cedera ringan meliputi memar ringan, kram otot, dan pegal setelah aktivitas. Cedera sedang ditandai dengan nyeri yang lebih kuat serta bengkak, seperti keseleo atau otot tertarik. Sementara itu, cedera berat seperti patah tulang dan dislokasi sendi memerlukan penanganan medis segera.
Selain menjelaskan klasifikasi cedera, narasumber juga memaparkan langkah-langkah penanganan pertama pada cedera. Beberapa langkah penting yang disampaikan antara lain menghentikan aktivitas, mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, melakukan kompres dingin selama 10–15 menit, membalut jika diperlukan, serta meninggikan bagian yang cedera. Warga juga diingatkan untuk segera merujuk ke tenaga medis apabila terdapat nyeri hebat atau pembengkakan berlebihan.
Narasumber turut menekankan kontraindikasi dalam penanganan cedera, seperti tidak memijat area cedera yang masih akut, tidak memaksakan gerakan pada bagian tubuh yang sakit, serta tidak menggunakan kompres panas atau balsem pada cedera baru. Penjelasan ini diberikan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperparah kondisi.
Memasuki sesi praktik, narasumber mendemonstrasikan teknik masase/pijat dan stretching sederhana yang aman untuk kondisi pegal dan kaku otot akibat aktivitas. Beberapa warga juga diberikan kesempatan masase/pijat cedera yang ditangani langsung oleh narasumber. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, terlebih karena kegiatan dikemas santai bersamaan dengan arisan RT.
Melalui kegiatan ini, warga Dukuh Kelang diharapkan lebih memahami perbedaan tingkat cedera, mampu melakukan penanganan pertama secara tepat, serta mengetahui batasan kapan harus meminta bantuan tenaga medis. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan di lingkungan sekitar.